kelas aku
Baru nyadar kalau nulis di blog itu susah banget, rasanya lebih susah dari pada suruh nyari jerami di tumpukan jarum, heheheeh...Secara akunya masih orang awam banget, trus juga nggak punya hobby nulis ataupun hobby baca. Kalaupun suka baca itu pun cuma suka baca buku dari penulis Raditya Dika doank sama komik detektif Conan. Tapi walaupun begitu aku nggak bakalan nyerah buat belajar nulis cerita, blog atau yang lainnya. Kaya sekarang ini aku lagi pengen belajar nulis kehidupan di sekolahku.
Ya akulah Syarifah Hilaliyah yang terlahir dari keluarga biasa saja, orang yang nggak banyak omong. Bole di bilang agak pendiem. Biasa di panggil Hilal kalau lagi di rumah, tapi di panggil manog kalu lagi di sekolahan. Asal muasal nama panggilan ini itu sejak pertama kali masuk di SMK 1 Semarang, waktu awal masuk sekolah itu lagi gempar2nya gosip tentang Manohara Odelia Pinot, yang gosipnya telah di aniaya oleh Pangeran Kelantan. Seperti sekolah pada umumnya, sebelum kita bener2 di terima kita siswa baru akan menghadapi MOS(Masa Orientasi Sekolah), atau istilah kerennya gojlokkan dalam bahasa Jawa. Di situlah aku beserta teman yang lain di suruh memperkenalkan diri di depan kelas. Nah...pas lagi aku perkenalin diri ke semua teman di kelas, tiba2 aja temen aku yang saat itu belum aku kenal, langsung motong omongan gini “ihh..mbaknya mirip Manohara”, alhasil satu kelasku pada ketawa ngakak semua.
Sumpah, waktu itu aku malu abis, gimana nggak malu? Padahal mukaku nggak ada mirip2nya sama sekali sama model yang namanya Manohara. Jadi akunya sempet mikir, itu anak nyindir aku atau memang matanya yang buta?. Abis itu setiap temen di kelas beneran pada manggil namaku Manohara, karena di rasa nama Manohara terlalu lama manggilnya di singkat lagi jadi Mano doang.
Setelah berlangsung cukup lama nama panggilan itu, kira2 satu mingguanlah ada temen baruku Dona yang panggil aku dengan Manog (dalam bahasa Jawa berarti burung), ya udah deh..akhirnya nama itu melekat sampai sekarang.
Lazimnya pelajar di Indonesia, aku jug sering bolos, tidur di kelas, ke katin waktu pelajaran dan yang pasti nggak pernah ngerjain PR. Secara anak STM gitu sukanya nyontek kerjaan temennya, termasuk aku. Jadi ngerjain PRnya pagi2 waktu dateng ke sekolah, hehehe...
Terus kalau pas gurunya lagi jelasin pelajaran di depan kelas akunya mala sibuk omongan sama temen, bengong atau kadang malah tiduran. Jadi kalu seumpama gurunya tiba2 tanya, aku akan jawab nggak tahu. Jawaban yang teramat sangat jujur sekali, dan jawaban dari lubuk hatiku yang terdalam.
Menurut kalian, guru kaya gimana sih yang di rasa asik? Menurut anak kelasku guru yang asik itu, guru yang gampang ngasih nilai, guru yang jarang ksih ulangan sama muridnya, dan yang paling asik adalah guru yang suka bagi2in uang, tapi sepertinya aku belum pernah menjumpai guru seperti itu sejak TK-SMK.
Padahal menurut aku guru seperti itu di perluin banget sama semua siswa di Indonesia, dan aku yakin banget murid akan jadi semangat saat pelajaran dan kualitas pembelajaran akan meningkat dengan pesat. Coba bayangin kalau beneran ada, yang pastinya aku akan rajin dateng kesekolah buat dapetin uang, orang tua murid juga akan ringan membiayaai sekolah anak2nya dan menurut aku itu bisa mengurangi pengangguran di Indonesia. Karena eh karena, para pengangguran akan berpikir lebih baik pergi ke sekolah menuntut ilmu buad dapetin uang secara cuma2 meskipun resikonya di sana akan menjadi murid paling tua, dari pada haru nganggur di rumah yang nggak dapet duit sma sekali. Tapi saya yakin sekali, kalau susah menjumpai guru seperti itu, karena guru yang seperti pastinya adalah orang terlanjur kaya yang bingung membagi – bagikan uangnya.
Berikut ini daftar guru kelas XI TAV B
Bu Hasti (Bahasa Inggris) : menurut anak2 di sekolahanku, beliau adalah seorang guru yang terkenal tegas banget, tapi menurut aku beliau itu guru yang mengerti kondisi muridnya, seperti waktu kartu tes aku hilang, beliau mau memberikan kartu sementara, dan hal ini terjadi berturut – turut. Hehehe...
Bu hermy (Bahasa Indo) : guru yang terkenal jutek abis, nggak pernah ketawa ataupun tersenyum. Bisa dikatakan beliau ini membawa masalah rumah tangga ke lingkungan sekolahan. Jadi pesan saya seharusnya ada pasal untuk guru yang membawa masalah keluarga ketika berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar(KBM).
Bu titik (Bahasa Jawa) : menurut temen2 sih ini guru mirip Maria Ozawa, sebenernya nggak mirip banget sih, mungkin karena cara berpakiannya saja yang agak mirip. Dan yang pasti bu titik ini guru bahasa jawa yang paling asik. Selain karena masih muda, guru ini juga gampang kasih nilai.
Bu Tutik (Matematika) : sebenernya ini guru yang asik, karena orangya baik, terus kalau ngasih penjelasan juga cukup mudah untuk di mengerti, bagi siswa yang paham bahasa manusia. Hal yang nggak di sukai sama temen2 sekelas dalah bu Tutik ini suka nyita2 barang.
Pak Karnawan (IPA & Fisika) : guru yang terlihat suka ngantuk dan guru yang asik, termasuk salah satu guru autis tingkat II.
Pak Satrio (IPS) : suka ngerokok kalu lagi KBM, udah gitu kalu soal ngeluarin nilai susah banget. Suka ngasih ulangan dan kalau ada yang ketahuan nyontek nilainya langsung di kurangi. Termasuk guru yang aktif, karena ketika sedang menjelaskan tangannya juga sering menari bersama rokoknya.
Pak Eko (Kimia) : menurut aku penjelasannya mudah banget buat di pahami untuk mereka yang mengerti bahasa manusia.
Bu Sumiati (Kewirausahaan) : termasuk guru yang cukup baik, tetapi kurang dekat dengan kelas kita.
Pak Dodi (penjaskes) : kakak seperguruan dengan ketua kelasku Wahyu Setya(Germo), kenapa bisa begitu? Karena mukanya mirip sekali seperti kakak adik. Guru yang selalu mengistimewakan murid cewe, karena yang murid cewe cuma di suruh absen sama ganti baju doang ketika pelajaran berlangsung.
Bu Ana (Agama Islam) : nggak pernah jelasin pelajaran, kalau ngajar cuma suruh baca Al-Quran atau baca doa, minta infaq, sama kia suruh dengerin cerita.
Bu Yunita (Seni Budaya) : suka bikin peraturan sendiri, pernah nangis di depan temen satu kelas aku.
Bu Endang (Bimbingan Konseling) : kalau masuk kela ngasih tau tentang tata terti sama absen doang.
Bu Ina (Pkn & Wali Kelas) : sangat perhatian terhadap murid, termasuk guru yang asik juga.
Pak Riski ( KKPI) : kalu jelasin bahasanya susah di mengerti oleh kami anak adam.
Daftar guru praktek XI TAV B
Bu Sri (KPK) : guru yang cantik tapi galak, suka fashion dan yang pasti orangnya nggak mau kalah dengan yang lain.
Pak Sunar : guru yang biasa2 saja, suka motongin rambut cowo yang panjang.
Pak Budi : guru paling autis, kalau pagi suka muterin lapangan sendirian. Kalau jelasin nggak pernah nyambung, mungkin karena alam kami dan beliau yang berbeda.
Pak Bagyo : kalau ngmong enak banget, asal ceplos aja.
Pak Basuki : kalau ngasih pertanyaan selalu beruntun.
Bu Lilik : guru praktek terasik, orangnya nggak suka menang sendiri, juga nggak pelit nilai.
Bu Sari : semua berdasarka teori yang beliau anggap bener, kalu ngasih pertanyaan beruntun.
Kebiasaan anak kelas aku itu pastinya suka nongkrong di kantin, walaupun kadang nggap punya uang, jadi di sana Cuma modal 1 sedotan buat minta temen yang pada beli minum.
Kebiasaan teraneh kelas aku itu anaknya narsis2, pada sok eksis dengan suka foto2. Nggak peduli itu kamera digital atau kamera handphone, nggak peduli itu handphone milik siapa, nggak peduli berapa mega pixel, yang penting bisa jepret. Nggak peduli hasilnya jelek atau bagus, padahal sebenarnya memang objeknya yang jelek bukan kameranya. Dan yang paling buat jengkel nggak peduli yang punya kamera bakalan marah2.
Berikut ini daftar pengurus kelasku
Ketua Kelas : Wahyu Setya P. ( Germo)
Ketua kelas yang tidak mepunyai pendirian.
Sekretaris I: Danang Wijanarko
Sekretaris sok manis.
II: Aldian Aditya (Ngah_ngoh)
Penampilannya seksi abis, anak yang teramat autis.
Bendahara I : Bagas Adi (Bandot)
termasuk spesies sapi bau, berkulit hitam, mempunyai pekerjaaan sampingan sebagai tukang sedot wc.
II : Sumiati
Orang yang nggak tahu seperti apa.
S keamanan I : Shahedo K.M ( Bang Sat)
Orang yang diam2 menghanyutkan.
II : Sholeh ( Idung)
Pemilik nama terpanjang di kelas, hidungnya seperti jamur. Di sinyalir mempunyai dendam kepada Ketua Kelas karena dia adalah mantan Ketua Kelas terdahulu.
Perlu kalian tahu aja, di kelasku terdiri dari 36 siswa, 3 diantaranya adalah cewe normal, trmasuk aku.
Ya akulah Syarifah Hilaliyah yang terlahir dari keluarga biasa saja, orang yang nggak banyak omong. Bole di bilang agak pendiem. Biasa di panggil Hilal kalau lagi di rumah, tapi di panggil manog kalu lagi di sekolahan. Asal muasal nama panggilan ini itu sejak pertama kali masuk di SMK 1 Semarang, waktu awal masuk sekolah itu lagi gempar2nya gosip tentang Manohara Odelia Pinot, yang gosipnya telah di aniaya oleh Pangeran Kelantan. Seperti sekolah pada umumnya, sebelum kita bener2 di terima kita siswa baru akan menghadapi MOS(Masa Orientasi Sekolah), atau istilah kerennya gojlokkan dalam bahasa Jawa. Di situlah aku beserta teman yang lain di suruh memperkenalkan diri di depan kelas. Nah...pas lagi aku perkenalin diri ke semua teman di kelas, tiba2 aja temen aku yang saat itu belum aku kenal, langsung motong omongan gini “ihh..mbaknya mirip Manohara”, alhasil satu kelasku pada ketawa ngakak semua.
Sumpah, waktu itu aku malu abis, gimana nggak malu? Padahal mukaku nggak ada mirip2nya sama sekali sama model yang namanya Manohara. Jadi akunya sempet mikir, itu anak nyindir aku atau memang matanya yang buta?. Abis itu setiap temen di kelas beneran pada manggil namaku Manohara, karena di rasa nama Manohara terlalu lama manggilnya di singkat lagi jadi Mano doang.
Setelah berlangsung cukup lama nama panggilan itu, kira2 satu mingguanlah ada temen baruku Dona yang panggil aku dengan Manog (dalam bahasa Jawa berarti burung), ya udah deh..akhirnya nama itu melekat sampai sekarang.
Lazimnya pelajar di Indonesia, aku jug sering bolos, tidur di kelas, ke katin waktu pelajaran dan yang pasti nggak pernah ngerjain PR. Secara anak STM gitu sukanya nyontek kerjaan temennya, termasuk aku. Jadi ngerjain PRnya pagi2 waktu dateng ke sekolah, hehehe...
Terus kalau pas gurunya lagi jelasin pelajaran di depan kelas akunya mala sibuk omongan sama temen, bengong atau kadang malah tiduran. Jadi kalu seumpama gurunya tiba2 tanya, aku akan jawab nggak tahu. Jawaban yang teramat sangat jujur sekali, dan jawaban dari lubuk hatiku yang terdalam.
Menurut kalian, guru kaya gimana sih yang di rasa asik? Menurut anak kelasku guru yang asik itu, guru yang gampang ngasih nilai, guru yang jarang ksih ulangan sama muridnya, dan yang paling asik adalah guru yang suka bagi2in uang, tapi sepertinya aku belum pernah menjumpai guru seperti itu sejak TK-SMK.
Padahal menurut aku guru seperti itu di perluin banget sama semua siswa di Indonesia, dan aku yakin banget murid akan jadi semangat saat pelajaran dan kualitas pembelajaran akan meningkat dengan pesat. Coba bayangin kalau beneran ada, yang pastinya aku akan rajin dateng kesekolah buat dapetin uang, orang tua murid juga akan ringan membiayaai sekolah anak2nya dan menurut aku itu bisa mengurangi pengangguran di Indonesia. Karena eh karena, para pengangguran akan berpikir lebih baik pergi ke sekolah menuntut ilmu buad dapetin uang secara cuma2 meskipun resikonya di sana akan menjadi murid paling tua, dari pada haru nganggur di rumah yang nggak dapet duit sma sekali. Tapi saya yakin sekali, kalau susah menjumpai guru seperti itu, karena guru yang seperti pastinya adalah orang terlanjur kaya yang bingung membagi – bagikan uangnya.
Berikut ini daftar guru kelas XI TAV B
Bu Hasti (Bahasa Inggris) : menurut anak2 di sekolahanku, beliau adalah seorang guru yang terkenal tegas banget, tapi menurut aku beliau itu guru yang mengerti kondisi muridnya, seperti waktu kartu tes aku hilang, beliau mau memberikan kartu sementara, dan hal ini terjadi berturut – turut. Hehehe...
Bu hermy (Bahasa Indo) : guru yang terkenal jutek abis, nggak pernah ketawa ataupun tersenyum. Bisa dikatakan beliau ini membawa masalah rumah tangga ke lingkungan sekolahan. Jadi pesan saya seharusnya ada pasal untuk guru yang membawa masalah keluarga ketika berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar(KBM).
Bu titik (Bahasa Jawa) : menurut temen2 sih ini guru mirip Maria Ozawa, sebenernya nggak mirip banget sih, mungkin karena cara berpakiannya saja yang agak mirip. Dan yang pasti bu titik ini guru bahasa jawa yang paling asik. Selain karena masih muda, guru ini juga gampang kasih nilai.
Bu Tutik (Matematika) : sebenernya ini guru yang asik, karena orangya baik, terus kalau ngasih penjelasan juga cukup mudah untuk di mengerti, bagi siswa yang paham bahasa manusia. Hal yang nggak di sukai sama temen2 sekelas dalah bu Tutik ini suka nyita2 barang.
Pak Karnawan (IPA & Fisika) : guru yang terlihat suka ngantuk dan guru yang asik, termasuk salah satu guru autis tingkat II.
Pak Satrio (IPS) : suka ngerokok kalu lagi KBM, udah gitu kalu soal ngeluarin nilai susah banget. Suka ngasih ulangan dan kalau ada yang ketahuan nyontek nilainya langsung di kurangi. Termasuk guru yang aktif, karena ketika sedang menjelaskan tangannya juga sering menari bersama rokoknya.
Pak Eko (Kimia) : menurut aku penjelasannya mudah banget buat di pahami untuk mereka yang mengerti bahasa manusia.
Bu Sumiati (Kewirausahaan) : termasuk guru yang cukup baik, tetapi kurang dekat dengan kelas kita.
Pak Dodi (penjaskes) : kakak seperguruan dengan ketua kelasku Wahyu Setya(Germo), kenapa bisa begitu? Karena mukanya mirip sekali seperti kakak adik. Guru yang selalu mengistimewakan murid cewe, karena yang murid cewe cuma di suruh absen sama ganti baju doang ketika pelajaran berlangsung.
Bu Ana (Agama Islam) : nggak pernah jelasin pelajaran, kalau ngajar cuma suruh baca Al-Quran atau baca doa, minta infaq, sama kia suruh dengerin cerita.
Bu Yunita (Seni Budaya) : suka bikin peraturan sendiri, pernah nangis di depan temen satu kelas aku.
Bu Endang (Bimbingan Konseling) : kalau masuk kela ngasih tau tentang tata terti sama absen doang.
Bu Ina (Pkn & Wali Kelas) : sangat perhatian terhadap murid, termasuk guru yang asik juga.
Pak Riski ( KKPI) : kalu jelasin bahasanya susah di mengerti oleh kami anak adam.
Daftar guru praktek XI TAV B
Bu Sri (KPK) : guru yang cantik tapi galak, suka fashion dan yang pasti orangnya nggak mau kalah dengan yang lain.
Pak Sunar : guru yang biasa2 saja, suka motongin rambut cowo yang panjang.
Pak Budi : guru paling autis, kalau pagi suka muterin lapangan sendirian. Kalau jelasin nggak pernah nyambung, mungkin karena alam kami dan beliau yang berbeda.
Pak Bagyo : kalau ngmong enak banget, asal ceplos aja.
Pak Basuki : kalau ngasih pertanyaan selalu beruntun.
Bu Lilik : guru praktek terasik, orangnya nggak suka menang sendiri, juga nggak pelit nilai.
Bu Sari : semua berdasarka teori yang beliau anggap bener, kalu ngasih pertanyaan beruntun.
Kebiasaan anak kelas aku itu pastinya suka nongkrong di kantin, walaupun kadang nggap punya uang, jadi di sana Cuma modal 1 sedotan buat minta temen yang pada beli minum.
Kebiasaan teraneh kelas aku itu anaknya narsis2, pada sok eksis dengan suka foto2. Nggak peduli itu kamera digital atau kamera handphone, nggak peduli itu handphone milik siapa, nggak peduli berapa mega pixel, yang penting bisa jepret. Nggak peduli hasilnya jelek atau bagus, padahal sebenarnya memang objeknya yang jelek bukan kameranya. Dan yang paling buat jengkel nggak peduli yang punya kamera bakalan marah2.
Berikut ini daftar pengurus kelasku
Ketua Kelas : Wahyu Setya P. ( Germo)
Ketua kelas yang tidak mepunyai pendirian.
Sekretaris I: Danang Wijanarko
Sekretaris sok manis.
II: Aldian Aditya (Ngah_ngoh)
Penampilannya seksi abis, anak yang teramat autis.
Bendahara I : Bagas Adi (Bandot)
termasuk spesies sapi bau, berkulit hitam, mempunyai pekerjaaan sampingan sebagai tukang sedot wc.
II : Sumiati
Orang yang nggak tahu seperti apa.
S keamanan I : Shahedo K.M ( Bang Sat)
Orang yang diam2 menghanyutkan.
II : Sholeh ( Idung)
Pemilik nama terpanjang di kelas, hidungnya seperti jamur. Di sinyalir mempunyai dendam kepada Ketua Kelas karena dia adalah mantan Ketua Kelas terdahulu.
Perlu kalian tahu aja, di kelasku terdiri dari 36 siswa, 3 diantaranya adalah cewe normal, trmasuk aku.
Komentar
Posting Komentar